Sabtu, 10 Januari 2015

[Personal] Welcome 2015

Hallo teman-teman :D
Selamat tahun baru yah, tapi telat, hehehe.. Ngomongin soal tahun baru, pasti teman-teman punya daftar keinginan yang pingin dicapai di tahun ini. Aku juga punya dong. Dan postinganku ini ada hubungannya dengan salah satu hal yang ingin kulakukan dalam waktu dekat ini.



Eits, ini bukan wishlist loh, melainkan skincare+makeup yang pingin banget cepet-cepet aku habisin. Keburu expired soalnya :( yep, expirednya 2015 ini.
Sayang banget ya sebetulnya karena aku jarang pergi-pergi dan kalau di rumah, aku lebih suka pakai pelembab ber-spf+bedak tabur aja dari pada pakai foundi/bb cream.
Tetapi karena yang ada di foto di atas harus habis, yah mau ga mau tiap hari dipake deh. Rempong juga sih karena itu juga berarti tiap hari mesti double cleansing. Tapi daripada bbc itu pada kebuang, kan sayang :(
Di post ini juga, aku mau mengingatkan diriku sendiri kalau taun ini, aku ga boleh beli-beli foundi dan bbc lagi. Puasa dulu deh beli-beli makeupnya. Ga boleh gampang kena racun para byuti blogger, dan ga boleh sering-sering main ke Gardena, Mirota, atau Matahari. Bisa batal cyiin puasanya :P

Selain itu, kalo bisa sih ya, kedepannya aku ga perlu cari-cari pembelaan mlulu kalo keracunan bbc/ccc. Ga boleh asal keracunan lalu beli :D
Sebenarnya itu ada pelembab juga dari wardah, itu masih lama expirednya. Cuman, aku mau buru-buru abisin juga, pingin ganti pelembab yang ada anti agingnya, atau yang khusus buat umur 30+ lah. Aaaakkk ketauan udah tua hahahaha.

Ya segitu aja kali ya postingan kali ini. Penting ga penting sih sebenernya. Kalo buat aku sih, sekedar buat nampar diri aku sendiri, biar ga napsu beli doang tapi ga pernah dipake hihihi..
Oh iya, mungkin besok-besok aku bakal bikin quick review deh dari beberapa bbc/pelembab yang harus kuhabisin itu :D mayan lah buat isi-isi blog :P
Byeeee..

Selasa, 06 Januari 2015

[Movie Pick] The Pyramid

Saya ga nyangka loh, kalau akhirnya bakal nonton film ini, soalnya rencana awalnya, saya dan suami cuma mau jalan-jalan ke JEC, nonton pameran smartphone dan komputer. Tapi ternyata hp yang saya incar ga masuk list promo, akhirnya ga jadi beli deh. Trus tiba-tiba kepikiran, ya udahlah sekalian nonton film aja :P

Dan karena ga rencana nonton, saya kan ga tau jadwalnya, jadi tiketnya pun beli yang udah 10 menit main, dari pada nunggu 2jam lagi, gpp lah telat bentar doang :D
Filmnya benar-benar wow, menegangkan dari awal (ga benar-benar awal sih, saya kan datangnya telat) sampai akhir.
Bagi saya yang newcomer dalam dunia pernontonan(?) ini jadi film pertama yang bikin saya ketakutan, akan bagaimana nasib para tokohnya, apakah mereka bisa pulang, dan lain sebagainya.





Pemeran Utama:
Ashley Hinshaw as Nora
Denis O'Hare as Holden
James Buckley as Fitzie
Amir K as Michael Zahirposter
Christa Nicola as Sunni





Mereka berlima; Holden (arkeolog), Nora (putri Holden, arkeolog juga),  Zahir (ahli robot),Sunni (pembuat video) dan Fitzie (kameramen) menjalankan misi untuk mencaritahu tentang misteri munculnya piramida baru di Mesir.

Untuk menguak misteri piramida itu, Zahir meminjam robot dari Nasa. Tapi sayangnya, setelah beberapa saat robot mereka masuk, mereka kehilangan sinyal, lalu tampak seperti ada sesuatu yang menyerang robot tersebut.

Zahir yang takut kehilangan robot itu (karena harganya mahal, pinjaman pulak :D) memaksa untuk masuk ke dalam Piramid untuk mencari robot itu. Akhirnya mereka berlima mau ga mau ya ikut masuk juga. Profesor Holden yang paling semangat deh kayanya, dia kan penasaran banget.
Kedatangan mereka di Mesir itu, bertepatan saat disana ada konflik politik. Jadi sempat ada perdebatan antara tentara Mesir dengan tim.
Sebenarnya, mereka berlima dilarang masuk ke piramid itu, tapi Zahir memohon, dan akhirnya diizinkan lah mereka masuk.

Jalan masuk ke piramid adalah sebuah lorong (gua) yang sempit dan gelap. Semakin mereka masuk, udara semakin menipis, dan semakin gelap pula. Sebenarnya dari awal mereka masuk, saya sudah merasa tegang, takut dan khawatir akan ada mumi yang bangun :P
Dinding-dinding piramid itu ada ukiran-ukiran yang kata prof. Holden itu nyeritain tentang peperangan.






Mereka nyari robot itu kemana-mana, tapi ga ada. Zahir panik dong, karena semuanya meminta buat cepet-cepet keluar dari tempat itu. Saat putus asa karena robot ga kunjung ketemu, mereka memutuskan untuk keluar dari piramid, tapi mereka lupa jalan pulang :( sempat berdebat gitu arah jalan keluar dari piramid itu.
Saat mereka berdebat, eh, tiba-tiba aja lantainya retak, ga lama kemudian runtuh. Semuanya jatoh, tapi ga ada yang terluka parah. Nah, dilantai mereka jatuh itu, ada robot yang mereka cari-cari. Sebenarnya robot itu dikasih nama sih, cuman aku lupa namanya, Shawty atau apa gitu /slapped/

Ok, robot udah ketemu, tapi sayangnya rusak. Walau masih nyala sih. Tapi masalahnya, gimana mereka mau balik? karena lantainya runtuh, jadi jalan pulang tu harus naik dong(manjat).
Saat itu lah Fitzy, sang juru kamera, berdebat sama Zahir, saling nyalahin gitu. Lalu tiba-tiba batu di atas runtuh lagi, Zahir tertimpa batu yang besar di kakinya. Merinding deh dengar suara kesakitannya, semuanya panik, mau nyingkirin batu itu pada ga kuat. Yang mereka bisa lakukan, cuma ngasih Zahir obat pereda nyeri.




Lalu, Sunni melihat ada lorong di atasnya, yang mungkin adalah jalan keluar dari piramid itu. Dia pun memanjat lorong itu. Tiba-tiba ada hewan sebesar anjing (tapi ga mirip anjing loh ya) mencakar wajahnya, dia pun jatuh, tapi ga terluka parah.
Di dorong oleh rasa panik, Sunni lalu mengajak mereka semua buat keluar dari tempat itu. Karena mereka ga tau hewan apa yang mereka hadapi. Zahir yang ga bisa jalan, harus ditinggal dong.
Eh, ga lama setelah mereka pergi, Zahir teriak-teriak ketakutan, Nora dan Holden balik lagi ke tempat Zahir. Zahir udah ga ada, bekas darah tampak menuju ke lorong yang dipanjat Sunni tadi. Nora pun nangis, karena dia suka sama Zahir, tapi ayahnya terus memaksa Nora buat cepet-cepet pergi dari tempat itu.

Setelah Nora dan ayahnya menyusul Sunni dan sang kameramen lagi, mereka kembali mencari jalan buat keluar dari piramid. Ketemulah sebuah lorong, yang mana mereka harus merangkak satu persatu untuk melewatinya.



Setelah beberapa lama merangkak, Nora yang paling belakang merasa diikuti sesuatu, duh sangat menegangkan kejar-kejaran di sini. Saat itu mereka juga mendengar Syadid, tentara yang mereka mintai izin masuk piramid, tengah mencari mereka.
Saat semua udah bisa keluar dari lorong, ternyata tikus (di film disebutnya tikus, cuma besarnya sebesar kucing gitu) yang mencakar Sunni lah yang ngejar mereka. Untung para tentara bawa tembak, tikus-tikus itu pada ditembakin.
Udah ada angin segar dong mereka berempat. Eh, tapi saat Syadid memastikan masih ada tikus apa enggak di lorong itu, tiba-tiba dia ditarik gitu sama mahluk besar, sampe tubuhnya menekuk masuk ke lorong sempit tempat merangkak tadi, hiiiiii!!!!

Mereka berempat dan saya ketakutan ga ada satupun yang tau mahluk apa itu. 
Mereka bangkit buat cari jalan keluar lagi.




Begitu banyak relief di dinding, dan itu menceritakan bahwa di tempat itu seperti tempat penimbangan dosa gitu.
Saat itu ga sengaja tangan si profesor nyentuh patung, eh langsung kebuka deh dindingnya, menyisakan space yang lagi-lagi sempit buat mereka lewati. Semua jadi semangat lagi buat nyari jalan pulang. Lorong yang mereka lewati kali ini mayan lebih luas sih, di sepanjang kiri dan kanan dinding, ada patung kepala singa banyak banget. Eh, ga tau kenapa, tiba-tiba dari mulut singa keluar pasir, lama-lama makin kenceng aja semburan pasirnya, merekapun lari, kalo nggak bisa kekubur hidup-hidup. Nah saat itu, kaki Nora nyangkut, padahal ayahnya dan dua rekannya udah jalan di depan. Dia teriak-teriak manggil ayahnya, tapi kayanya ayahnya ga dengar karena suara gemerisik pasir.

Di lain pihak, Sunni yang lari depan sendiri, tiba-tiba menghentikan larinya, karena di ujung lantai tempatnya berdiri, dia bisa melihat dibawahnya lantai yang dipenuhi besi-besi tajam.
Sunni sebenarnya udah bisa ngerem, cuman Fitzie yang ketakutan terus lari sambil nengok ke belakang, nah ga sengaja, dia ngedorong Sunni terjun ke bawah, Sunni jatoh dan tertancaplah kaki dan bahunya di besi tajam itu. Aduuhh yang ini mbahe ngeri pokokknya!! Ga cuman itu aja penderitaan Sunni, tiba-tiba tikus-tikus yang ngejar mereka tadi berdatangan!! Tubuhnya digigitin gitu, darah dimana-mana, serem pokoknya!

Fitzie takut banget, sementara Prof. Holden ternyata balik lagi buat nolongin Nora.
Nora selamat, lalu bersama-sama mereka turun buat nolongin Sunni. Diangkat tuh tubuh Sunni dari besi-besi. Duh, teriakan kesakitan Sunni bikin ga tegaaa ToT
Akhirnya Sunni meninggal juga :(

Tinggal Holden, Nora, dan Fitzie yang bertahan. Mereka muter-muter, eh sampai di tempat si robot lagi. Berarti piramid itu semacam maze.
Semua jalan udah mereka coba, tapi ada satu yang belum. Lalu mereka lewat jalan itu, ga taunya itu adalah makam.




 Disitu juga ada mayat orang, duh makin ketakutan, disitu juga tiba-tiba mahluk besar yang memyeret Syadid tadi muncul lagi.
Dia memgambil hati Holden.
Fitzi menyeret Nora buat sembunyi. Nora teriak-teriak. Ga rela ayahnya mati gitu aja. Duh nyesek banget deh pokoknya.
Nah, saat itu Fitzi balik lagi, dia pingin tau sebenarnya mahluk apa yang mereka hadapin. Dan saat itu dia melihat bahwa Holden masih hidup. Mahluk yang besar itu sedang menimbang Holden dengan berat hatinya. Dan karena beratan si Holden, Holden langsung dibunuh!!

Ternyata relief tentang hari penimbangan itu benar-benar terjadi. Iiihh ngeri banget deh pokoknya.
Udah tinggal berdua aja. Ga lama kemudian, setelah mahluk itu pergi (sebenarnya mahluk itu punya nama, tapi aku lupa lagi namanya :P) Nora bisa menyimpulkan tempat dimana seharusnya jalan keluar itu berada. Yaitu, di atap makam itu. Dan benar saja, di atap, ada tangga tali itu. Pasti tadi dipake Syadid dan pasukannya buat masuk ke dalam.
Nora pun memanjat duluan, diikuti Fitzi. Sebelumnya Fitzie sempat mengalungkan kameranya ke leher Nora. Sayang banget mahluk itu mengejar dan Fitzie jatoh. Nora ketakutan. Saat dia sampai di mulut piramid, eh mahluk itu berhasil nyusul dia. Jatohlah lagi Nora ke bawah.
Nora juga udah mau ditimbang. Kuku tajam mahluk itu udah hampir merobek dadanya. Tapi Nora berhasil menyelamatkan diri karena dia bawa pisau. Lalu tikus-tikus datang mengerubungi Nora. Panik banget deh, tapi ternyata tikus itu bukan mau gigitin Nora, tapi malah gigitin mahluk itu. Dengan sisa tenaganya, Nora lari lalu menaiki tangga lagi. Di bawah, dia masih bisa melihat banyak banget tikus mengigit mahluk itu.
Nora akhirnya bisa keluar. Dia bisa melihat cahaya matahari dan tinggal beberapa langkah lagi, dia bisa keluar dari terowongan tanah tempat dimana dia dan timnya masuk tadi. Karena kehabisan tenaga dia pun pingsan disitu.
Pandangan Nora saat dia sadar, masih kabur gitu, dia melihat ada anak laki-laki melihat rekaman di kamera Fitzi (yang sempat dititipkan ke Nora tadi). Nora bilang, "help me" dengan suaranya yang lemah. Eh, si anak masih asyik sama kameranya. Ga taunya di belakang anak itu, mahluk besar tadi datang lagi, lalu menyerang si anak, Nora dan anak itu teriak. Lalu FIN. Iya fin. Bagus kan endingnya, gantung gitu xD

sumber pict: Twentieth Century Fox dan www.fandango.com/movie-news/best-new-clips-and-trailers-the-pyramid-and-more-748331

Bisa dibilang ini adalah film pertama yang pada saat menontonnya, saya ga ceki-ceki hp, cuma mau tau jam berapa sekarang, masih berapa menit lagi filmnya, dsb.
Pokoknya, begitu masuk, nonton, trus tiba-tiba udah selesai aja.
Sampai rumah pun rasanya ga sabar ngetik sinopsisnya buat pamer kenang-kenangan xD
Buat yang phobia dengan ruangan sempit dan gelap, mendingan jangan nonton ini deh. Saya yang ga punya phobia aja rasanya seperti ikut susah napas, saking sempit dan gelapnya di beberapa scenenya :P
Pokoknya filmnya baguuus, saya suka xD
Yang belum nonton, buruan gih nonton :D




Jumat, 19 Desember 2014

[DIY Review] Guava Tea Face Mist (Toner)

Mengapa aku kasih judul DIY review? Karena resep DIY nya, bukan punya aku sendiri, tapi punya Lintang :D
Jadi akhir bulan kemarin, mendadak aku jerawatan :( kukira jerawat karena pms, tapi kok sampai seminggu malah muncul lagi kecil-kecil di pipi.
Rasanya gatal pula, jadi pingin garuk-garuk terus, oh nooooo!!!

Nah, bak air di musim kemarau(ah elah) Lintang ngepos ini nih, DIY Guava Tea Face Mist. Kebetulan, ada pohon jambu di samping rumah. Karena dese bilang ampuh buat jerawi, langsuh deh aku bikin setelah baca pos dia yang ono.

Gampang banget kok bikinnya, bahan yang perlu disiapin; daun jambu 6 aja pilih yang pucuk yah, lalu satu kantong teh melati, setengah gelas dimineral water, dan yang terakhir satu sendok teh gliserin.

bahan-bahannya :)

Cara membuatnya juga mudah. Yang pertama, rebus setengah gelas dimineral water tadi. Lalu cuci daun jambu, lalu iris kecil-kecil. Setelah itu seduh irisan daun jambu itu bersama satu kantung teh melati dengan dimineral water yang sudah direbus tadi.


seduh daun jambu+teh dlm setengah gelas dimineral water panas

 Dinginkan, lalu tambahkan setengah sendok teh gliserin. Aduk rata, tuang dalam botol, jadi deeeh :D


siap buat semprot-semprot :D

Selain buat semprot-semprot muka, aku juga suka kompres jerawatku pakai face mist ini. Rasanya seger banget, apalagi aku taruh di kulkas, wah dingin dan enak deh!!
Cuman kalo kena jerawatnya agak perih gitu, tapi ga perih banget kok :D
Dan setelah aku rajin ngompresnya, rasa gatal jerawatnya ilang!
Hasilnya?? Lihat di foto, kelihatan banget kalau jerawatku sekarang udah kempes, tinggal bekasnya doang, wow!!

kulit muka saya yang err bejibun dosa :P

Padahal aku baru sekali bikin, tapi memang sering banget pakainya, sehari bisa pakai 5x :P
Aku jatuh cinta sama face mist ini, sukaaaaaa xD

Minggu, 07 Desember 2014

[Movie Pick] The Hunger Games Mockingjay - Part 1


Are you, are you
Coming to the tree
They strung up a man
They say who murdered three.
Strange things did happen here
No stranger would it be
If we met at midnight
In the hanging tree.
Are you, are you
Coming to the tree
Where the dead man called out
For his love to flee.
Strange things did happen here
No stranger would it be
If we met at midnight
In the hanging tree.


Itu adalah lirik lagu yang judulnya Hanging Tree. Entah kenapa lagu itu teruuus muter di kepalaku dari pulang nonton hingga sampai dirumah. Apa cuma aku saja, atau memang yang lainnya juga ngerasa hal yang sama? :D



Akhirnya nonton juga film yang kutunggu-tunggu, walau nontonnya udah November lalu sih, tapi keseruannya masih aja melekat di hatiku :P
Ini ulasan sedikit dari filmnya xD.
Bagi yang belum tau, The Hunger Games adalah novel fiksi ilmiah tahun 2008 karangan penulis Amerika Serikat Suzanne Collins. Novel ini dikisahkan dalam sudut pandang seorang gadis 16 tahun bernama Katniss Everdeen, yang tinggal di sebuah negara distopia pascaapokalips bernama Panem di Amerika Utara.
Capitol , ibu kota metropolis yang sangat maju, memegang kendali politik atas keseluruhan negara. The Hunger Games adalah acara tahunan yang diikuti oleh seorang anak laki-laki dan perempuan yang berusia antara 12 – 18 tahun dari dua belas distrik di sekeliling Capitol, yang dipilih melalui pengundian untuk bersaing dalam pertarungan mematikan yang disiarkan secara langsung di televisi.
sumber

Di Mockingjay part 1 ini, diceritakan, usaha Katniss Everdeen ( Jennifer Lawrence ) dalam melakukan kampanye agar para penduduk di distrik-distrik yang masih hidup, mau berjuang bersama-sama melawan Presiden Snow, pemimpin di Capitol.
Diawali dengan Katniss yang tiba-tiba terbangun di distrik 13; yang adalah sebuah tempat di bawah tanah, dimana disana dipersiapkan pemberontakan kepada Presiden Snow (Panem)
Ternyata, ibu Katniss (Paula Malcomson), Prim ( Willow Shields ) adik Katniis, Finnick ( Sam Claflin ) teman peserta Hunger Games, serta Gale ( Liam Hemsworth )teman Katniss dari distrik 12 telah berada di distrik 13 juga. 
Disana, Katniss diminta untuk menjadi The Mockingjay (simbol pemberontakan). Awalnya Katniss menolak, tapi akhirnya dia setuju, tetapi dengan syarat agar Presiden Distrik 13 Alma Coin (Jullianne Moore) berjanji untuk memberikan kekebalan kepada semua peserta Hunger Games di mana lalu, termasuk Peeta Mellark (Josh Hutcherson) dan AnnieCresta (kekasih Finnick), serta diizinkan secara pribadi untuk
membunuh Presiden Panem, Presiden Snow.

President Coin (right)

Dalam usahanya itu, Katniss diminta untuk membuat film propaganda gitu deh. Tadinya, mau dibuat visual gitu, tapi karena Katniss ga bisa akting /slapped/ jadi diputuskan agar Katniss pergi ke lapangan untuk melihat keadaan luar yang sangat menyedihkan. Pergilah team pembuat film itu, dengan Katniss juga tentu saja. Mereka pergi ke distrik 8 yang semuanya hancur, seluruh warga ada di rumah sakit (yang ga layak). Katniss merasa sedih, menyesal, marah, dan karena perasaannya itu, dia bisa bikin narasi (film) dengan baik. Pokoknya bagus deh hasilnya. Tapi sayangnya presiden Snow tau akan hal itu, makanya distrik 8 lalu dijatuhi serangan bom :(

Katniss, Gale, dan team pembuat film di Distrik 8



di rumah sakit Distrik 8
Film propaganda itu ternyata memang bisa memicu semangat warga untuk memberontak. Ditunjukkan pula para penambang telah mulai memberontak. Ditengah kesibukan kampanye yang dilakukan Katniss, sebenarnya dia sering galau dengan kemunculan Peeta di tv :P
Peeta ditahan oleh Capitol dan dipaksa untuk menjelek-jelekan Katniss dan para pemberontak di acara televisi. Namun, di suatu siaran, Peeta malah memaparkan rencana kejutan Capitol yang akan mengebom Distrik 13.

Peeta Mellark
Sebelum itu, terjadi penyerangan lagi di Capitol. Penyerangan itu membuat jaringan listrik di Capitol mati total. Penyerangan ini keren loh, semua yang ikut udah kaya pasukan berani mati aja deh, ditambah dengan backsound lagu hanging tree, rasanya merinding gitu melihat mereka pada ditembakin. Tapi akhirnya berhasil juga bikin listrik mati. Nah saat listrik padam itu lah presiden Snow mau balas dendam mungkin yah, dengan menyerang distrik 13, cuman udah diwarning sama Peeta tadi. Itu membuat distrik 13 bisa siap-siap dulu. Persiapannya bikin tegang deh, semua penghuni menuruni tangga gitu, walau udah diingatkan melalui pengeras suara buat hati-hati, tapi tetap aja situasi yang panik bikin mereka saling injak :( mana Prime blm kelihatan, dan Katniss harus balik ke atas buat nyari Prime. Tapi akhirnya Prime datang juga kok, dengan dikawal Gale.

Gale Hawthorne

Karena listrik padam, distrik 13 jadi punya kesempatan untuk masuk di sistem keamanan Capitol. Segera setelah itu, Distrik 13  melakukan upaya penyelamatan terhadap para peserta Hunger Games , termasuk
Peeta dan Annie. Gale termasuk menjadi relawan dalam misi penyelamatan itu. Bagian ini juga keren, menegangkan juga, karena ditengah usaha penyelamatan itu, listrik sempat menyala. Tapi akhirnya Katniss berhasil mengalihkan perhatian presiden Snow. Dan usaha penyelamatan berhasil deh :D


President Snow
Eiitss jangan gembira dulu, karena ternyata pihak Capitol “membajak” pikiran Peeta dengan cara ditanami
tracker jacker beracun sehingga Peeta menjadi sangat membenci dan paranoid terhadap Katniss. Kebayang dong, Katniss yang siang malam mikirin Peeta, setelah ketemu, eh malah Peeta pingin membunuh Katniss. Akhirnya Peeta diterapi, hal itu dapat memperbaiki kondisi psikologis Peeta dari waktu ke waktu, tapi ia tetap dalam kondisi hilang ingatan dan cenderung ingin menyerang, bahkan membunuh Katniss.
Kasian banget ya Katniss. Apalagi ending filmnya tuh, saat Presiden Coin gembira (dengan semua warga distrik 13) tentunya dengan keberhasilan penyelamatan itu, Katniss sedih banget ngelihat Peeta yang diisolasi, tangan dan kakinya diikat di ranjang, dengan tubuh meronta-ronta dan erangan kesakitan yang luar biasa. Katniss nangis, sebenernya saya juga pingin nangis :P 

Nah begitulah kira-kira fimnya. Seru abis deh pokonya. Apalagi aku terkejut dengan Katniss yang benar-benar mencintai Peeta, padahal kukira sebenarnya dia menyukai Gale.
Gale kasian loh, dia semacam mengalami cinta satu pihak gitu u,u
Yang belom nonton, buruan nonton yah, hehehe :D

udah lecek kena hujan :P
Oh, iya, semua pic di atas, bukan punyaku. Aku ambil di www.imdb.com/tittle/tt1951265/
Bubyeeee xD
 

Sabtu, 06 Desember 2014

[Kesan Pertama] Wardah Exclusive Liquid Foundation

Review pertama niiihh, coba cari-cari apa yang mau direview, akhirnya ketemulah foundie ini. Ini foundation cair pertama yang aku punya. Sebelumnya sih I prefer bbc dari pada foundie, tapi, banyak yang review katanya foundie wardah ini ringan banget. Jadi deh cobain xD

ini nih penampakannya :P

Ternya benar. Foundi ini ringan banget. Saking ringannya, dia ga bisa ngecover dosa  bintik-bintik hitam di wajahku :( bagi yang mau berpenampilan natural, asik banget sebenarnya sih. Tapi tidak buat aku yang dosa flek hitamnya banyak banget di wajah.

awesome kan bare face saya bintik hitam di pipi sama sekali ga tercover, jerawat di dagu juga masih tampak kemerahan

Mungkin, kalau saya harus pakai foundation tiap hari, ini yang bakal saya pakai. Tapi saya kan nggak pernah pakai foundie kalau cuma di rumah aja, hehehe..
Kulit saya sih cenderung kering, foundi ini aman dipakai 6jam tanpa bikin wajah saya berminyak :)


setelah 6 jam

Setelah 6 jam, wajah saya masih baik-baik saja, padahal bedak, blush on, sudah pada bubar jalan. Tapi wajah saya malah cenderung matte dan kerutan tampak jelas :(
Ok, saya sensi sekali dengan masalah kerutan, setelah ini, foundi ini akan saya taruh di meja rias ibu saya :P

Kesimpulan:
  1. Tekstur ringan, mudah dibaurkan :)
  2. Oil control bagus di wajah saya :)
  3. Cocok untuk rias wajah natural sehari-hari :)
  4. Tidak menutup noda hitam dan jerawat dengan baik :(
  5. Membuat kerutan semakin nampak jelas :(
  6. Beli lagi? No xD